Contoh Paragraf Naratif

LEBARAN 1432

Hari itu tanggal 31Agustus adalah hari raya Idul Fitri yang lebih kita kenal dengan sebutan Lebaran, dimana sebagian orang muslim merayakan kemenangan setelah berpuasa selama 1 bulan penuh. Suara takbir menggema dimana-dimana ketika aku akan melaksanakan Solat Id. Jam 05.00 aku bangun dan mandi untuk melaksanakan solat Id. Tak lupa sebelum berangkat, aku dan keluargaku makan terlebih dahulu. Setelah semua siap, pada jam 6.00 aku, ibukku, kakakku, ayahku dan nenekku bergegas pergi ke tempat yang sudah ditentukan.

2 jam kemudian, kami pulang ke rumah. Lalu kami saling bermaaf-maafan. Dimulai dari ayahku kepada nenekku. Lalu ibuku, kakakku, dan yang terkhir adalah aku. Setelah selesai bermaaf-maafan, lalu aku dan keluargaku bermaaf-maafan dengan tetangga yang ada di sekitar rumah. Jam 11.00  aku dan keluarga ku pergi ke Tasikmalaya untuk mengunjungi saudara-saudara ayahku yang kebanyakan tinggal disana. Jam 12.30 kami sampai dirumah salah satu rumah saudara kami. Kami beristirahat dulu disana, karena cuaca pada hari itu matahari sangat terik.

Jam  14.00 kami pergi ke makam kakekku yang masih di sekitar sana. Mataharinya masih terik, itu membuatku malas. Tapi karena itu merupakan sesuatu hal yang rutin di kerjakan, aku mengikutinya saja. Setelah dari makam, kami berpamitan dulu dan pulang ke rumah. Kami tiba pada jam 15.00.

2 hari kemudian, kami pergi ke Cikatomas yang letak desa/kampungnya itu di dalam gunung, jalan ke desa itu sangat melelahkan. Jalannya rusak, dan belum memakai aspal, masih menggunakan batu-batu yang merupakan batu kapur yang mudah lapuk. Apalagi tanjakan dan turunannya lumayan curam. Kami berangkat pada jam 14.00 dan sampai pada jam 18.30.

Keesokan harinya, aku mendesak ibukku untuk pulang pagi ini. Tapi ibuku bilang nanti sore kami akan pulang. Karena pagi ini ada acara hala-bihalal disana. Dengan terpaksa aku menunggu. Dan setelah acaranya selesai, aku langsung mendesak ibukku untuk pulang sekarang. Dan akhirnya aku pulang pada jam 13.50

Aku sampai dirumah pada jam 19.30. itu karena jalanan di Tasikmalaya macet. Dari bunderan sampai Cikunir saja masih macet. Melihat antrian mobil seperti melihat kereta api yang mempunyai ratusan gerbong. Kami memutuskan untuk memotong jalan dan akhirnya kami tiba di rumah dengan selamat.

8 thoughts on “Contoh Paragraf Naratif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s