Contoh Cerpen tentang Orang lain

Angkutan Umum

Hari itu mentari bersinar sangat cerah, secerah raut wajahnya yang mendapatkan uang saku lebih dari sang Ibu. Biasanya, setiap hari dia hanya mendapatkan 10.000 rupiah saja. Tapi untuk hari ini dia mendapatkan uang lebih, duakali lipat dari sebelumnya.

Namya adalah wiwi, begitu sapa akrab kami di kelas. Dia orang yang asik, baik, tapi jail, tapi seru dan banyak kelebihan yang ada pada dirinya. Namun satu kekurangnya yang sampai saat ini masih tidak bisa dirubah. Dia takut untuk naik angkutan umum.

“Aku takut kalau harus naik angkutan umum.. takut ada yang nyulik! Kasian mama papa aku di rumah, aku kan anak satu-satunya.” Selalu dia berujar seperti itu.

Namun kali ini ia mendapat sms bahwa Ibunya tidak bisa menjemput seperti biasanya. Ia gelisah, ia harus pulang dengan siapa. Teman-temannya sudah pulang dari tadi. Akhirnya ia memutuskan untuk menemui pacarnya di tempat yang tidak jauh dari sekolah. Maksudnya agar si pacar dapat mengantarnya pulang.

Sesampainya di tempat itu, ia bertemu dengan pacarnya dan menuturkan maksud kedatangannya. “Semoga ia mengerti” ucapnya dalam hati. Namun ternyata sang pacar tidak bisa mengantarnya pulang karena ada urusan. Malah si Pacar memintanya untuk meminjamkan uang. Wiwi pun menolak, karena ia tak mau memberikan uang sakunya walaupun sang pacar hanya sekedar meminjam. Ia berbohong kalau ia tak punya uang, hanya ada seribu untuk pulang. Padahal tadi pagi Ibu memberinya uang lebih dan masih tersisa di dalam tasnya. Sang pacar marah karena ia begitu pelit. Akhirnya si pacar berkata “awas ya kalau ada! Biar hilang ajalah sekalian!”. Wiwi pun tak menghiraukan perkataan pacarnya itu.

 Tidak lama kemudian ia berpamitan untuk pulang. Akhirnya dengan terpaksa ia pulang menggunakan angkutan umum, sendiri. ia sengaja memilih angkutan umum yang penuh. Agar kemungkinan ia untuk diculik semakin kecil. Ia duduk di samping seorang Ibu Ibu yang baru pulang dari pasar sepertinya, melihat barang barang Ibu itu cukup banyak.

Di tengah perjalanan kondektur angkutan umum tersebut meminta bayaran. “Neng, ongkosnya neng.”

 Ia mengoreh ngoreh tasnya untuk mencari uang yang Ibu berikan tadi pagi, tapi tak ada.

“Tunggu sebentar, mang!” ucapnya. Lalu ia kembali mencari uang yang di berikan Ibu tadi pagi, tak juga ia temukan. Ia yakin bahwa uangnya disimpan dalam tas. Tak lupa Ia mengecek saku rok dan baju, namun sekali lagi ia tak mendapatkan uang itu. Akhirnya ia menyerah dan yakin bahwa uangnya telah hilang.

Ia bingung harus bilang apa kepada kondektur angkutan itu, sementara jarak menuju rumahnya tinggal beberapa meter lagi. Tidak mungkin ia tak membayar, bisa bisa supir angkutan itu marah. Dengan mata yang berkaca-kaca dan wajah yang cemas, ia meminta uang kepada seorang Ibu yang ada disampingnya, dan berkata dengan pelan sambil merangkul ibu ibu itu.

“Ibu… bolehkah saya meminta uang? Seribu saja bu. Untuk membayar angkutan ini. Uang saya hilang bu.. tolong bu boleh ya? Hanya seribu saja ko bu”.

Lalu ibu itu pun menjawab “Eeeeem… kasian sekali kamu nak! Sudah, tenanglah saja. Ibu akan bantu,  biar ibu yang membayar ongkos kamu. Sudah jangan cemas!”

Akhirnya Ibu Ibu itu membayar ongkos angkutan umum wiwi, dan wiwi pun berkata “Terimaksih bu.. terimakasih sekali, terimakasih terimakasih terimakasih sebanyak-banyaknya!”

Ia berpamitan kepada Ibu Ibu yang telah berjasa padanya. Wiwipun turun dari angkutan itu dan tak lupa mengusap air matanya yang hamper jatuh.

 

 

Unsur-unsur intrinsik

  1. Tema : Cerita seorang remaja
  2. Alur    : Mundur
  3. Latar : Di Sekolah, di tempat dekat sekolah, dan di dalam angkutan umum
  4. Tokoh dan Penokohan

      Wiwi : Asik, baik, jail, periang, pelit dan takut naik angkutan umum

      Ibu : Baik

      Si Pacar : Menjengkelkan dan keras kepala

      Kondektur : Baik

      Seorang ibu ibu : Baik, penolong, tidak pamrih

  1. Sudut pandang : Orang ketiga serba tahu
  2. Amanat :

–          Jangan suka berbohong kepada orang lain

–          Jangan teledor menyimpan uang, dan

–          Jangan terlalu takut untuk naik angkutan umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s